<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509</id><updated>2012-02-16T04:55:11.009-08:00</updated><category term='Personal'/><category term='Opinion'/><category term='Tips'/><category term='Travel'/><category term='News'/><category term='Berita'/><title type='text'>Yoga Yulian Pratama</title><subtitle type='html'>My Personal Blog</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-8585302465394507858</id><published>2008-08-01T06:21:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T06:40:40.001-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><title type='text'>Hunting Foto di Pantai Kenjeran Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini sebagian hasil hunting foto di Pantai Kenjeran Baru hari Minggu kemarin. Setelah dipilih-pilih ternyata menurut saya hanya tiga foto ini yang layak untuk diupload disini. Memang sedikit, karena ternyata setelah dicek sebagian besar hasil foto saya kemarin foto orang pacaran semua hehehe. Gila, hampir semua sudut kawasan itu dipenuhi orang pacaran. Ga cuma ABG yang pacaran disitu, siang itu beberapa kali saya menjumpai pasangan-pasangan yang sudah berumur ikut-ikutan pacaran disana. Absolutely, bukan tempat yang tepat untuk rekreasi keluarga. Tapi kalau memang niatnya mau berbuat yang “aneh-aneh” ya disini tempatnya hehehe. Sebenarnya banyak objek yang bisa dijadikan sasaran foto, tapi sialnya gara-gara kebanyakan motret orang pacaran, pas lagi mau niat hunting baterai kamera saya sudah sekarat (mungkin kualat ya hehehe). Alhasil foto yang saya dapat Minggu kemarin cuma segini saja.&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SJMSA7VV2tI/AAAAAAAAACU/mWubgswI2p8/s1600-h/hunting+kenjeran+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SJMSA7VV2tI/AAAAAAAAACU/mWubgswI2p8/s320/hunting+kenjeran+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229543399443782354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SJMSAWDleEI/AAAAAAAAACM/bh7NT4PlgyQ/s1600-h/hunting+kenjeran+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SJMSAWDleEI/AAAAAAAAACM/bh7NT4PlgyQ/s320/hunting+kenjeran+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229543389437196354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SJMSABfqU8I/AAAAAAAAACE/-nOKMdvct10/s1600-h/hunting+kenjeran+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SJMSABfqU8I/AAAAAAAAACE/-nOKMdvct10/s320/hunting+kenjeran+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229543383917810626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-8585302465394507858?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/8585302465394507858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=8585302465394507858' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/8585302465394507858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/8585302465394507858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/08/hunting-foto-di-pantai-kenjeran-baru.html' title='Hunting Foto di Pantai Kenjeran Baru'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SJMSA7VV2tI/AAAAAAAAACU/mWubgswI2p8/s72-c/hunting+kenjeran+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-6703673784717621049</id><published>2008-07-28T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T23:25:47.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><title type='text'>Trip to Bromo (day 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6uMD9-SwI/AAAAAAAAAA8/pbiOSjTgejk/s1600-h/IMGP0356.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 405px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6uMD9-SwI/AAAAAAAAAA8/pbiOSjTgejk/s400/IMGP0356.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228307739670629122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Molor 30 menit dari rencana awal, tepat pukul 00.30 wib kami berangkat menuju Bromo. Kal ini anggota rombongan kami bertambah satu orang, Mas Iwan salah satu sepupu saya menyusul dari kediri. Dari Malang kami meluncur ke arah Surabaya. Dini hari seperti ini jalan-jalan sangat lengang sehingga kami serasa melewati jalan tol. Alhasil mobil Avanza yang kami tumpangi pun digeber habis-habisan oleh Mas Iwan (bukannya ugal-ugalan, hanya saja kami takut tertinggal momen golden sunrise bila datang terlambat).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada pertigaan Kebun Raya Purwodadi, belok kanan ke arah kecamatan Nongkojajar. Rute ini akan berakhir pada kecamatan Tosari, yang merupakan kecamatan tertinggi di Jawa Timur sekaligus kecamatan terakhir sebelum memasuki kawasan Gunung Bromo.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6z7AxF9GI/AAAAAAAAABc/iWHWs_mNKxE/s1600-h/RIMGP0327.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6z7AxF9GI/AAAAAAAAABc/iWHWs_mNKxE/s200/RIMGP0327.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228314043823289442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Awalnya rute yang kami lalui biasa saja, namun beberapa kilometer mendekati kecamatan Tosari, jalan yang sempit dan menanjak disertai tikungan-tikungan &lt;i style=""&gt;hairpin&lt;/i&gt;(180o) khas pegunungan mulai menyambut kedatangan kami. Hutan dan jurang bergantian menjadi pemandangan wajib di sisi kanan maupun kiri jalan yang kami lalui. Rute ini cukup berbahaya bagi pengemudi yang belum pernah melewati. Selain jalan yang dihimpit oleh hutan dan jurang, sepanjang rute ini sangat jarang terdapat PJU, sehingga bila melalui rute ini pada malam hari pencahayaan yang bisa diandalkan hanya lampu dari mobil kita saja. Ada satu kejadian aneh yang membuat rute ini semakin menegangkan dan mencekam bagi kami. Percaya atau tidak, begitu kami memasuki kawasan dimana rumah-rumah penduduk sudah tidak terlihat lagi, di jok paling belakang mobil kami mulai terdengar suara orang ngorok. Padahal jok itu 100% kosong! Awalnya hanya sayup-sayup suara itu terdengar. Saya pun mengira itu hanya suara binatang hutan saja. Namun lama kelamaan suara itu semakin jelas, persis suara orang laki-laki ngorok. Kami berlima kompak hanya bisa terdiam. Apalagi pada saat itu, pada rute yang kami tempuh tidak terdapat rumah-rumah penduduk. Kendaraan yang melalui rute itupun hanya mobil kami saja. Bayangkan di dalam kawasan hutan, sendiri, tanpa PJU ditambah aroma kunjungan dari dunia lain! &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6xo7hvLDI/AAAAAAAAABM/nljg6Artwdk/s1600-h/IMGP0363.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6xo7hvLDI/AAAAAAAAABM/nljg6Artwdk/s200/IMGP0363.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228311534155803698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hingga beberapa saat kami tetap diam membisu, sampai akhirnya Mas Iwan membuka suara. Itupun hanya tiga kata, “baca dzikir dik!” Mulut kami berlima pun kompak komat-kamit membaca doa. Entah doa apa yang saudara-sauadara saya baca. Saya sendiri melafalkan dzikir yang biasa saya baca setelah sholat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di dalam hati saya menyalahkan kekonyolan saya. Kenapa pada saat seperti ini justru saya lupa bacaan ayat kursi. Padahal ayat ini kan yang paling ampuh dalam menghadapi kunjungan dari dunia lain. Kurang lebih&lt;br /&gt;20 menitan kami menghadapi situasi ini. Suasana yang mencekam ini pun berangsur mencair ketika kami sampai di kecamatan Tosari. Kalimat pertama yang keluar dari mulut saya ketika kami sampai di kecamatan Tosari adalah Alhamdullillah! Syukurlah suara-suara itu hanya mengikuti kami dan tidak berbuat sesuatu yang tidak diinginkan. Sejujurnya, ini adalah pengalaman pertama saya disambangi hal-hal yang berbau dunia lain seperti ini. Dan semoga ini adalah pengalaman pertama sekaligus yang terakhir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pada rute yang kami tempuh, kecamatan Tosari merupakan pemukiman penduduk terakhir sebelum memasuki kawasan Bromo. Di Kecamatan ini terdapat sebuah lapangan seluas setengah lapangan sepak bola. Lapangan ini digunakan sebagai tempat parkir bagi para pengunjung yang akan berganti kendaraan dengan jeep hardtop. Disini memang tersedia banyak jeep hardtop yang disewakan oleh warga setempat. Medan Bromo yang ganas memang menjadi santapan empuk bagi kendaraan berpenggerak 4 roda ini. Harga sewa jeep plus sopir berkisar Rp 250,000 – Rp 300,000. Disekeliling lapangan ini terdapat banyak warung makanan dan kopi. Namun ketika kami sampai disini (kurang lebih pukul 02.30 wib) belum banyak warung yang buka. Yang banyak justru warga yang menjajakan perlengkapan untuk menghangatkan tubuh seperti kerpus, sarung tangan dan kaus kaki. Di tempat ini suhu udara memang sudah sangat dingin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6zJdIp9GI/AAAAAAAAABU/QNUlzK7DsSE/s1600-h/IMGP0382.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6zJdIp9GI/AAAAAAAAABU/QNUlzK7DsSE/s200/IMGP0382.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228313192444851298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berdasarkan informasi dari penjaga loket, ternyata portal menuju ke Bromo baru dibuka pukul 03.00 wib (demi keamanan, jalan menuju kawasan Gunung Bromo diportal dan untuk melewatinya kita harus membeli tiket dulu). Tepat pukul 03.00 wib portal dibuka, kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan pertama bukanlah kaldera Gunung Bromo melainkan Penanjakan karena disinilah tempat yang paling sempurna untuk menikmati golden sunrise gunung Bromo. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Baru 5 menit kami memulai perjalanan, kembali kami dikejutkan dengan kedatangan tamu tak diundang tadi. Suara-suara orang ngorok itu kembali menyambangi dari jok belakang mobil. Ditambah dengan suhu yang semakin dingin, suasana pun menjadi kembali mencekam. Medan yang kami lalui pun bertambah berat. Tanjakan-tanjakan pada beberapa bagian mencapai kemiringan lebih dari 30o. Penerangan pun kembali tidak bisa diharapkan karena disini sama sekali tidak terdapat PJU. Akhirnya jurus komat-kamit doa plus dzikir pun menjadi satu-satunya senjata kami untuk mencairkan ketegangan. Namun rupanya kali ini jurus yang kami terapkan berhasil, 10 menit kemudian suara itupun menghilang dengan sendirinya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Perjalanan menuju Penanjakan memakan waktu kurang lebih 30 menit. Ketika kami sampai di Penanjakan, suasana masih sangat sepi. Beberapa pemilik warung terlihat sibuk membuka warungnya. Alhasil kami pun sukses menjadi mobil pertama yang parkir disana. Disini suhu benar-benar menusuk tulang. Jauh melebihi dari yang saya rasakan di kecamatan Tosari. Baju tiga rangkap yang sudah saya siapkan masih belum mampu menahan dinginnya Penanjakan. Dengan terpaksa saya harus menyewa jaket tambahan di salah satu warung disana untuk melawan serangan dingin Penanjakan. Dari tempat parkir kita masih harus berjalan mendaki kurang lebih 300m ke tempat pengamatan. Dari tempat pengamatan, matahari terbit dapat terlihat dengan jelas. Diawali dengan garis &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;warna merah keemasan di horison sebelah timur. Sedikit demi sedikit matahari mulai merangkak memamerkan sinarnya. Ketika matahari mulai menampakkan jati dirinya, kita dapat melihat lautan awan putih berada di bawah tempat kita berdiri. Di sisi sebelah barat, gunung Bromo pun mulai tampak berdiri dengan gagah tersapu sinar matahari pagi. Trully amazing experience! Pada saat seperti inilah kita dapat memahami kebesaran Tuhan. Subhanallah!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI61gxIgAVI/AAAAAAAAABk/ugkGbg_lUXw/s1600-h/IMGP0330.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI61gxIgAVI/AAAAAAAAABk/ugkGbg_lUXw/s200/IMGP0330.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228315791973155154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kurang lebih 1 jam setengah sirkus alam ini menghibur kami. Ketika matahari telah kukuh bersinar pada singgasananya, kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke kaldera Gunung bromo. Jarak dari Penanjakan ke Kaldera Gunung Bromo cukup dekat. Hanya saja bagi pengemudi yang belum berpengalaman harus extra waspada. Jalur yang akan dilalui amat sangat berat. Dari penanjakan kita harus turun menyeberangi lautan pasir sebelum mencapai kaldera gunung Bromo. Pada saat turun jalan yang kami lalui rusak berat dengan sudut kemiringan jalan mencapai 45o. Sisi sebelah kanan jalan dibatasi oleh tebing tinggi, sedangkan pada sebelah kiri tidak dibatasi apapun alias langsung jurang! Bahkan pada beberapa bagian tidak terdapat pagar pengaman, sehingga apabila kita salah perhitungan resikonya jatuh ke jurang. Benar-benar memompa adrenalin! Ketika melintasi lautan pasir pun tantangan masih belum berhenti. Apabila kita tidak bisa memilih jalur yang tepat, resikonya ban mobil akan terperosok ke dalam pasir. Pada saat itu kami terbilang cukup nekat, karena mobil yang kami gunakan hanya Toyota Avanza lansiran terbaru. Padahal mobil-mobil lain yang turun ke lautan pasir semuanya adalah jeep hardtop sewaan. Tapi ternyata Avanza itu benar-benar bandel, lautan pasir Gunung Bromo pun dilahap habis tanpa satu gangguan apapun. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kurang lebih 500m-700m dari kaki gunung Bromo, perjalanan kami lanjutkan dengan jalan kaki karena semua kendaraan dilarang mendekat ke kaki Gunung Bromo. Bagi yang malas jalan disana banyak warga yang menyewakan kuda. Namun harga sewanya terbilang cukup mahal, Rp 100,000 per ekornya. Kaldera Gunung Bromo cukup indah, kurang lebih hampir sama seperti di Tangkuban Perahu. Tapi bagi saya, atraksi terindah dari Gunung Bromo adalah golden sunrisenya. Waduh, jadi pingin balik kesana lagi hehehe.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Foto-foto lain :&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI63KZTYtFI/AAAAAAAAAB8/3vM_UQB1rl0/s1600-h/IMGP0348edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI63KZTYtFI/AAAAAAAAAB8/3vM_UQB1rl0/s200/IMGP0348edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228317606642496594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI62tIsPIjI/AAAAAAAAAB0/JXrppk0WghE/s1600-h/IMGP0378edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI62tIsPIjI/AAAAAAAAAB0/JXrppk0WghE/s200/IMGP0378edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228317103967117874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI62KnirOmI/AAAAAAAAABs/2pQCg_fH41Q/s1600-h/IMGP0344edit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI62KnirOmI/AAAAAAAAABs/2pQCg_fH41Q/s200/IMGP0344edit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228316510953093730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-6703673784717621049?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/6703673784717621049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=6703673784717621049' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/6703673784717621049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/6703673784717621049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/07/trip-to-bromo-day-2.html' title='Trip to Bromo (day 2)'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SI6uMD9-SwI/AAAAAAAAAA8/pbiOSjTgejk/s72-c/IMGP0356.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-4327253925949538468</id><published>2008-07-21T20:03:00.000-07:00</published><updated>2008-07-21T20:15:00.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Travel'/><title type='text'>Trip to Bromo (day 1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari Sabtu 5 Juli yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Gunung Bromo. Sejujurnya walaupun selama ini saya tinggal di Jawa Timur, namun ini adalah pengalaman pertama saya ke Gunung Bromo. Kesempatan ini pun datang karena saya harus menemani sepupu saya dan temannya yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk melihat &lt;i style=""&gt;golden sunrisenya&lt;/i&gt; Gunung Bromo yang terkenal itu. Perjalanan dimulai pada hari Sabtu pagi, kurang lebih pukul 08.00 WIB kami berempat (saya, mbak Deni, mbak Rina, dan mbak Vani) mulai meninggalkan rumah. Hanya saja kami tidak langsung meluncur ke Bromo tapi memutar dulu ke Malang, karena sorenya mbak Deni ada undangan pernikahan temen SDnya dulu di Batu, Malang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selepas dari tol Porong, seperti biasa gara-gara lumpur Lapindo jalur ke arah Malang sudah macet luar biasa. Akhirnya untuk menghemat waktu, kami putuskan untuk menerima tawaran tukang ojek untuk memandu kami melewati jalur alternatif mengitari lumpur Lapindo. Selama ini walaupun macet separah apapun saya memilih tetap menggunakan jalur yang biasa saja, karena menurut informasi yang saya dengar jalur alternatif tersebut sangat sempit dan jalannya rusak berat. Namun berhubung waktunya terbatas, saya berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba jalur alternatif tersebut. Toh apabila jalan tersebut memang benar-benar sempit dan rusak parah waktu yang kami tempuh pun kurang lebih sama dengan apabila kami melalui jalur yang biasa. Namun ternyata dugaan saya salah besar. Jalur alternatif tersebut memang sempit dan berbelak-belok tapi kondisinya cukup mulus untuk ukuran jalan kampung. Dan yang terpenting lagi jalan alternatif tersebut ternyata super lancar, total waktu yang kami butuhkan kurang lebih hanya 15 menit saja. Selain itu pada bagian akhir jalur alternatif itu, kita disuguhi pemandangan beberapa rumah penduduk yang tergenang lumpur serta aktifitas truk-truk yang mengangkut sirtu untuk memperkuat tanggul (selama ini saya hanya melihat dari TV saja). Jalur alternatif ini berujung pada gerbang tol Gempol &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lama. Selepas itu perjalanan kami ke Malang cukup lancar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kurang lebih pukul 10.00 WIB kami memasuki kawasan kota Malang. Berhubung acara kawinan masih 6 jam lagi, kami gunakan waktu yang tersisa untuk menjelajahi kota Malang. Tujuan pertama adalah ke jalan Kawi Selatan no 1, yaitu rumah tempat pembuatan hiasan botol bekas yang dilukis dengan cat. Dalam bayangan saya, rumah ini pasti kotor penuh dengan botol-botol bekas plus noda ceceran cat di lantainya. Namun sekali lagi dugaan saya salah besar. Ternyata rumah ini benar-benar dahsyat! Dan mungkin kata yang tepat untuk mendeskripsikan tempat ini bukanlah sebuah rumah melainkan gallery seni. Rumahnya sangat luas dengan desain perpaduan modern, ethnic dan vintage dimana sebagian besar bagian rumah terbuat dari kayu-kayu jati yang kokoh. Isi rumahnya pun tak kalah dahsyat, mulai ruang tamu, ruang keluarga, dinding hingga tangga penuh dengan barang-barang seni. Selain botol-botol yang telah dihias cantik, satu hal yang membuat saya benar-benar terbius adalah pajangan-pajangan barang-barang classic/vintage yang memenuhi rumah itu. Tidak tahu kenapa sejak dulu saya kesengsem berat sama hal-hal yang berbau kuno, classic dan antik. Dinding-dinding di rumah itu penuh dengan foto-foto kuno kota Malang tempo doeloe. Kemudian di berbagai sudut ruangan terpajang radio, mesin jahit, setrika hingga timbangan yang semuanya berasal dari jaman nenek buyut saya dulu. Ditambah dengan pajangan perabot-perabot yang terbuat dari kayu seperti alu (tempat menumbuk beras), lemari yang semuanya juga berasal dari jaman antre beras dulu (ups sekarang juga masih antre beras ya hehehe). Alhasil semua itu membuat kami lupa diri. Terutama mbak Vani yang kalap, sampai memborong tujuh buah hiasan botol. Padahal harga masing-masing botol tersebut rata-rata Rp 150.000. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah puas menikmati galerry di jalan Kawi, baru kami sadar kalau kami belum makan siang. Perut pun sudah mulai memberontak minta untuk diisi ulang. Maka tujuan berikutnya adalah cari makan! Sasaran kami adalah Bakso Kota Cak Man. Walaupun sebenarnya di Surabaya banyak cabang dari bakso Cak Man, tapi soal rasa belum bisa menyamai di tempat aslinya. Setelah kenyang kami pun putuskan untuk istirahat di rumah saudara saya Mas Aries, di belakang MATOS (Malang Town Square). Bagi saya rumah ini benar-benar menyenangkan, karena rumah ini juga digunakan untuk kos-kosan mahasiswi Brawijaya dengan 26 kamar. Bayangkan kos-kosan dengan 26 kamar yang isinya cewek semua hehehehe. Sorenya, sesuai dengan rencana saya mengantarkan mbak Deni ke kawinan teman SDnya di salah satu villa di Batu (saya lupa nama villanya). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malamnya, kami makan malam di Restoran Inggil. Dan mungkin memang sudah takdir kalau selama di Malang saya akan terpuaskan oleh hal-hal yang berbau classic/vintage. Restoran ini hampir menyerupai gallery di jalan Kawi yang siang tadi kami kunjungi. Sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu. Dinding-dindingnya pun dipenuhi oleh foto-foto Malang tempo doeloe, lukisan dan baliho iklan-iklan jaman kemerdekaan. Yang paling banyak adalah iklan-iklan rokok jaman kemerdekaan dengan merek yang aneh-aneh. Menurut informasi dari salah satu waitress, iklan-iklan itu semua asli dari jamannya dan bukan dari hasil repro. Barang-barang elektronik kuno terpajang manis di salah satu sudut ruangan. Nuansa classic yang berusaha dibangun oleh restoran tersebut terasa semakin kuat dengan hadirnya sekelompok musisi keroncong di panggung permanen yang sengaja disediakan oleh manajemen restoran. Trully unforgetable experience!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Acara berikutnya adalah "TIDUR" hehehe! KArena rencananya malam ini jam 00.00 WIB kami akan berangkat supaya tidak ketinggalan matahari terbit di Bromo. Untuk perjalanan selanjutnya ke Bromo akan saya tulis di post selanjutnya (plus foto-foto selama di Bromo)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-4327253925949538468?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/4327253925949538468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=4327253925949538468' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/4327253925949538468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/4327253925949538468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/07/hari-sabtu-5-juli-yang-lalu-saya.html' title='Trip to Bromo (day 1)'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-9048177759008259656</id><published>2008-07-02T00:38:00.001-07:00</published><updated>2008-07-07T03:36:41.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Domain Gratisan!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.co.cc/?id=143550" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.co.cc/img/affiliates/cocc_117px_move.gif" alt="CO.CC:Free Domain" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kemarin waktu browsing di internet secara tidak sengaja saya mampir ke satu websites yang menawarkan nama domain dengan gratis. Awalnya sempat ga percaya juga sih, karena selama ini yang saya tahu untuk mendapatkan sebuah alamat domain kita harus bayar. Memang ada juga yang gratisan, tapi bisa dibilang itu domain numpang, seperti blog ini juga yang numpang di blogger.com. Tapi berhubung penasaran akhirnya iseng-iseng saya coba register di websites itu. Setelah register saya coba search domain yogapratama.co.cc, dan ternyata domain ini belum ada yang punya. Serunya lagi, domain ini ternyata benar-benar 100% free of charge alias modal dengkul aja hehehe. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tapi ada satu masalah yang membuat saya kembali ragu, websites ini hanya menawarkan domain gratis saja, sedangkan hostingnya tidak diberikan. Selain itu yang membuat saya semakin ngeper, saya sama sekali buta dengan web design karena selama ini saya cuma bergulat dengan blog-blog gratisan seperti blogger yang pengoperasiannya sangat mudah. Dalam bayangan saya, bila saya membuat blog dengan domain yogapratama.co.cc berarti saya harus mendesain blog itu dari nol. Namun ternyata saya salah, karena salah satu system yang dipakai oleh websites ini adalah redirecting atau pengalihan. Jadi bila kita sudah punya blog pada salah satu websites penyedia blog gratisan seperti blogger, wordpress dan multiply maka domain situsmu.co.cc bisa langsung diarahkan ke blogmu tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Gambaran sederhananya, alamat url blog saya ini adalah &lt;a href="http://sudut-yoga.blogspot.com/"&gt;http://sudut-yoga.blogspot.com&lt;/a&gt; sedangkan alamat(doamin) url yang saya dapatkan secara gratis tadi adalah &lt;a href="http://yogapratama.co.cc/"&gt;http://yogapratama.co.cc&lt;/a&gt;. Cara kerjanya setiap ada orang yang mengetikkan alamat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;a href="http://yogapratama.co.cc/"&gt;http://yogapratama.co.cc&lt;/a&gt; maka secara otomatis langsung diarahkan ke alamat &lt;a href="http://sudut-yoga.blogspot.com/"&gt;http://sudut-yoga.blogspot.com&lt;/a&gt;, sehingga halaman yang keluar nanti adalah halaman milik sudut-yoga.blogspot.com. Jadi kita tidak perlu repot-repot untuk mendesain blog lagi dari awal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Walaupun extensinya bukan .com tapi lumayanlah untuk barang gratisan. Jadi mulai sekarang blog ini juga bisa diakses melalui alamat &lt;a href="http://yogapratama.co.cc/"&gt;http://yogapratama.co.cc&lt;/a&gt; , ga beda jauhkan sama blognya Pak Hermawan Kertajaya (&lt;a href="http://hermawankertajaya.com/"&gt;http://hermawankertajaya.com&lt;/a&gt;) hehehe.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kalau ada yang berminat bisa &lt;a href="http://www.co.cc/?id=143550"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAFTAR DISINI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.co.cc/?id=143550"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.co.cc/?id=143550" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.co.cc/img/affiliates/cocc_117px_move.gif" alt="CO.CC:Free Domain" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-9048177759008259656?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/9048177759008259656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=9048177759008259656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/9048177759008259656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/9048177759008259656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/07/domain-gratisan.html' title='Domain Gratisan!'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-8796303528793114300</id><published>2008-07-02T00:34:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T00:38:55.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Tikus Senayan Ketangkep Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SGswMfnp9UI/AAAAAAAAAAc/4XjdnRn1rp4/s1600-h/tikus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SGswMfnp9UI/AAAAAAAAAAc/4XjdnRn1rp4/s320/tikus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218317584443241794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, SELASA 1 Juli 2008 (&lt;a href="http://kompas.com/"&gt;kompas.com&lt;/a&gt;) &lt;/strong&gt;- Dengan tertangkapnya Bulyan Royan, maka hingga saat ini sudah dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang ditangkap tangan terkait kasus dugaan suap.  Bulyan Royan tertangkap tangan di Plaza Senayan, Senin (30/6), dalam kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran dari Departemen Perhubungan&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggota DPR yang tertangkap tangan pertama kali adalah Al-Amin Nur Nasution terkait dengan alih fungsi hutan lindung di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Setelah tertangkapnya Amin, KPK mengembangkan penyelidikan hingga akhirnya kembali menahan Sarjan Tahir terkait kasus pengalihan fungsi hutan bakau menjadi pelabuhan di Banyuasin, Sumatera Selatan. Sarjan tidak tertangkap tangan, tetapi berdasarkan penyelidikan KPK di lapangan mereka menemukan adanya keterlibatan Sarjan dalam kasus korupsi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum Al-Amin, Sarjan Tahir, dan Bulyan Royan, KPK sudah menahan Saleh Djasit, tapi penahanannya tidak terkait tugas di Dewan, tetapi saat menjabat sebagai gubernur. Hampir dua minggu setelah Al-Amin, KPK menahan Hamka Yamdhu dan mantan anggota DPR Anthony Zeidra Abidin terkait kasus aliran dana Bank Indonesia (BI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kualat tu! Makanya jangan suka ngembat duit rakyat pak. Ingat KIAMAT sudah dekat! &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-8796303528793114300?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/8796303528793114300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=8796303528793114300' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/8796303528793114300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/8796303528793114300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/07/tikus-senayan-ketangkep-lagi.html' title='Tikus Senayan Ketangkep Lagi'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NwoxoQh8eX0/SGswMfnp9UI/AAAAAAAAAAc/4XjdnRn1rp4/s72-c/tikus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-3191539887005941510</id><published>2008-06-25T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T22:34:19.114-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>Inikah yang Diinginkan Rakyat…?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Selasa, 23 Juni 2008, ratusan mahasiswa di Jakarta turun ke jalan berdemonstrasi menuntut pembatalan kenaikan BBM. Kenaikan BBM memang sangat memberatkan bagi masyarakat, terutama masyarakat dengan tingkat penghasilan yang pas-pasan. Namun sayangnya aksi dengan tujuan mulia tersebut berakhir dengan rusuh. Dalam sejarah negeri ini, mahasiswa memang selalu menjadi lokomotif pergerakan yang menyuarakan aspirasi rakyat yang sering kali tidak pernah didengar oleh wakil-wakilnya di DPR. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Di negara demokrasi seperti Indonesia, kebebasan mengemukakan pendapat baik melalui demonstrasi maupun cara-cara yang lain merupakan hak dari setiap warga negara. Tapi harus diingat, kebebasan tersebut tetap dibatasi oleh hak-hak warga negara yang lain. Sehingga seharusnya kebebasan kita berpendapat dan berekspresi sebisa mungkin tidak merugikan dan merampas hak-hak warga negara yang lain. Namun rasa-rasanya hal ini sama sekali tidak tercermin dalam aksi yang dilakukan teman-teman mahasiswa pada hari Selasa lalu (dan beberapa aksi lainnya di seluruh Indonesia).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Satu hal yang menurut saya sangat menggelikan adalah aksi pemblokiran jalan protokol oleh teman-teman mahasiswa. Apakah mereka tidak menyadari aksi pemblokiran tersebut sangat-sangat merugikan rakyat banyak yang notabene menjadi alasan mereka turun ke jalan. Pemblokiran jalan pasti berujung pada kemacetan, padahal kemacetan merupakan salah satu sumber pemborosan BBM. Akibatnya para pemakai jalan tersebut harus mengeluarkan pengeluaran tambahan untuk membeli BBM. Ironisnya ini terjadi akibat demo yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menuntut pembatalan kenaikan BBM. Itu hanya dari sisi kerugian pemborosan BBM. Belum lagi kerugian dari para sopir angkutan umum yang tidak dapat beroperasi. Kalau mereka tidak bisa beroperasi, lalu dari mana mereka mendapat uang untuk memberi anak istri mereka makan. Kalau dirinci satu persatu tak terhitung kerugian-kerugian lain yang dirasakan oleh para pegawai yang tidak bisa bekerja, anak-anak sekolah yang terhambat untuk berangkat dan pulang sekolah, dll. Bukankah mereka juga rakyat yang harus dibela.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kemudian aksi perusakan mobil-mobil dinas plat merah, mobil polisi, pos polisi, pagar gedung DPR serta beberapa fasilitas umum lainnya juga sangat menggelikan. Saya sendiri menjadi bingung, apakah mereka sudah lupa atau memang tidak tahu kalau semua yang mereka rusak dan bakar itu dibeli dan dibangun oleh uang rakyat. Beruntung aksi perusakan dan pembakaran ini tidak meluas menjadi kerusuhan massal (chaos). Apabila negara dalam keadaan chaos lagi-lagi yang dirugikan adalah rakyat juga. Bukankah keamanan juga menjadi hak dari setiap warga negara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sekali lagi sebenarnya tujuan dari teman-teman mahasiswa sangatlah mulia. Namun hendaknya jangan sampai tujuan yang mulia tersebut ternoda oleh aksi-aksi anarkis yang tidak mencerminkan sikap seorang cendekia. Masih banyak cara-cara lain yang dapat ditempuh untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Salah satunya dengan tulisan. Tak terhitung jumlah koran maupun majalah yang tentu dengan senang hati menerima tulisan dari teman-teman mahasiswa. Bukankah kini Indonesia memiliki tingkat kebebasan pers yang cukup baik, bahkan melebihi Singapura dan Malaysia. Akan lebih baik lagi apabila tulisan-tulisan itu tidak hanya berisi kritikan namun juga bantuan solusi-solusi dalam memecahkan permasalahan tersebut. Bukankah perjuangan dengan tulisan pun sudah dicontohkan oleh para founding father negara kita seperti Bung Karno, Bung Hatta, dll dalam memperjuangkan maupun mempertahankan kemerdekaan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-3191539887005941510?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/3191539887005941510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=3191539887005941510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/3191539887005941510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/3191539887005941510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/06/inikah-yang-diinginkan-rakyat.html' title='Inikah yang Diinginkan Rakyat…?'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-1587323924647846536</id><published>2008-06-15T17:32:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T17:44:47.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Klip Gank NERO (Neko-Neko Dikeroyok)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cuma ingin berbagi klip brutal cewek-cewek dari Pati yang menamakan dirinya Gank NERO. Warning buat para cowok, jangan cari bini seperti mereka, kasihan anak-anak kita bro. Lagipula kalau kita macem-macem, bisa dihajar juga hehehe.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;bisa juga dilihat &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=rdphN7VA4zY"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-4386102d6be0478b" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v2.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D4386102d6be0478b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331833298%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3DCBD2D9CF5BDA6059858BCC8ACAAB7879F2F14D.40F920554A9EB64BE7CB8DAA39A8084E081D4B68%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D4386102d6be0478b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D8R-SCqmLMNAWrUTerheOGQuhQWY&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v2.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D4386102d6be0478b%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331833298%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D3DCBD2D9CF5BDA6059858BCC8ACAAB7879F2F14D.40F920554A9EB64BE7CB8DAA39A8084E081D4B68%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D4386102d6be0478b%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D8R-SCqmLMNAWrUTerheOGQuhQWY&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-1587323924647846536?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=4386102d6be0478b&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/1587323924647846536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=1587323924647846536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/1587323924647846536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/1587323924647846536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/06/klip-gank-nero-neko-neko-dikeroyok.html' title='Klip Gank NERO (Neko-Neko Dikeroyok)'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-7594028001490912433</id><published>2008-06-14T04:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-15T17:16:56.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Menghias Blog Dengan Widget</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Warning : Hanya berbagi sedikit pengalaman untuk para nubie, bukan untuk para sesepuh blogger hehehe.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperindah blog. Mulai dari cara yang amatiran sampai yang advance. Untuk blogger amatiran seperti saya ini, &lt;i style=""&gt;pamali&lt;/i&gt; untuk mengutak-atik blog dengan cara advance yang sudah pasti &lt;i style=""&gt;ruwet bin njlimet &lt;/i&gt;(artinya bisa dilhat di kamus bahasa jawa&lt;i style=""&gt;)&lt;/i&gt;. Jadi cukup jurus-jurus yang amatir saja. Salah satu cara yang paling umum digunakan oleh para blogger dalam menghias blog mereka adalah dengan cara menambahkan widget-widget yang bisa didapatkan gratis di internet. Cara ini umum digunakan karena sangat mudah dan tidak membutuhkan keahlian apapun termasuk keahlian web design. Yang dibutuhkan hanya jurus &lt;i style=""&gt;copas &lt;/i&gt;alias copy paste. Kenapa harus copy paste? Karena yang perlu kita lakukan hanya meng&lt;i style=""&gt;copy&lt;/i&gt; kode-kode html widget tersebut dan kemudian mem&lt;i style=""&gt;paste&lt;/i&gt;kan pada blog kita. Berikut ini widget-widget yang umum dipakai oleh para blogger :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Chatbox/shoutbox&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Widget ini umumnya digunakan untuk meninggalkan pesan atau komentar secara singkat untuk si empunya blog. Biasanya para blogger yang sering unjung-unjung sering meninggalkan pesan di kotak ini. Banyak situs yang menyediakan widget ini secara gratis, saya sendiri mendapatkan dari shoutmix.com. Caranya gampang, cukup kunjungi situs tersebut terus daftar sebagai anggota. Setelah itu tinggal pilih salah satu dari berbagai macam bentuk dan desain chatbox yang kita inginkan. Langkah berikutnya tinggal cari kata-kata GET CODE atau GET WIDGET CODE, kemudian klik tulisan tersebut. Setelah itu pasti muncul kode-kode html yang rumit itu. Nah yang perlu kita lakukan hanya blok seluruh kode html tersebut dan mengcopy (ctrl+C). Langkah selanjutnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kita buka blog kita (asumsi menggunakan blogger.com) kemudian masuk pada bagian dashboard. Pada bagian dashboard cari kata-kata post (posts), pengaturan (settings) dan tata letak (lay out). Setelah itu kita klik kata- tata letak. Pada halaman tata letak kita klik kata elemen halaman (page elements). Setelah itu muncul elemen-elemen halaman dari blog kita. Langkah selanjutnya klik kata tambahkan elemen halaman (add a page elements) pada lokasi tempat widget akan kita letakkan. Setelah itu cari kata html/javascript kemudian klik tambahkan (add to blog). Setelah itu akan muncul dua kotak kosong. Pada kotak pertama tuliskan judul yang kita inginkan (bisa dikosongkan). Pada kotak kedualah kode yang telah di&lt;i style=""&gt;copy&lt;/i&gt; tadi kita &lt;i style=""&gt;paste&lt;/i&gt;kan. Setelah semua kode kita paste, klik simpan (save). Nah selesai sudah, asalkan semua code kita copas secara lengkap widget chatbox ini pasti otomatis nampang pada blog kita.&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;Stat Counter&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;Widget ini digunakan untuk menghitung jumlah pengunjung yang mengunjungi blog kita. Widget ini bisa didapatkan melalui situs freestatcounter.com. Caranya secara garis besar sama dengan cara menambahkan chatbox. Yang paling penting seluruh code widget kita copas secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Calendar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;Bisa didapatkan pada situs free-blog-content.com&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog Translator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan namanya blog ini digunakan untuk menterjemahkan isi blog kita ke berbagai bahasa lain. Bisa didapatkan dari situs &lt;span class="a"&gt;we&lt;span style=""&gt;blog&lt;/span&gt;toolscollection.com.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="a"&gt;Selain widget-widget diatas, masih banyak lagi widget gratis untuk menghias blog. Untuk lebih jelasnya cari di google aja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-7594028001490912433?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/7594028001490912433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=7594028001490912433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/7594028001490912433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/7594028001490912433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/06/menghias-blog-dengan-widget.html' title='Menghias Blog Dengan Widget'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-5561364135969003353</id><published>2008-05-12T07:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T03:48:01.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Surabaya oh Surabaya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari ini untuk pertama kalinya saya merasa bimbang untuk tinggal di Surabaya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kota yang biasanya cukup menyenangkan untuk ditinggali (menurut saya sih) kali ini berubah menjadi kota yang tidak bersahabat. Sengatan matahari yang super panas dan kering benar-benar sangat menyiksa. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jalan yang macet dimana-mana (gara-gara SBY datang) semakin membuat hati saya dongkol. Semua itu masih ditambah dengan penuh sesaknya Pusat Grosir Surabaya (PGS) yang sepertinya kini sudah menjelma menjadi pengganti yang sepadan bagi Pasar Turi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang sudah almarhum. Baik dari segi kelengkapan barang yang dijual maupun sumpek dan ruwetnya. Ya, siang itu memang dengan sangat terpaksa saya harus mengantar mama beli kain disana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Alhasil kombinasi sikasaan-siksaan tersebut sukses membuat kepala saya pusing berat. Sekujur badan pun pegal dan nyeri semua alias meriang. Ditambah tenggorokan yang tiba-tiba ikutan kena radang dan sakit bila dipakai untuk menelan. Rasanya hari ini sangat berat untuk dilalui. Badan meriang merupakan hal yang paling saya benci. Kalau saya boleh memilih lebih baik batuk dan pilek (hehehe enak ya kalau kita bisa milih penyakit) daripada badan pegel-pegel dan nyeri. Karena kalau saya sudah meriang, otomatis semalaman tidak bisa tidur. Nah kalau semalaman tidak bisa tidur bagaimana bisa istirahat. Selajutnya kalau tidak bisa istirahat bagaimana bisa sembuh. Efeknya memang berantai seperti sinetron Indonesia yang episoidenya tidak jelas kapan tamatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Satu butir Novalgin 500 mg ditambah Paracetamol 500 mg menjadi andalan saya kali ini. Itu juga cuma resep coba-coba. Maklum “dokternya” bukan sekolah di Fakultas Kedokteran tapi di Fakultas Ekonomi. Sebelumnya saya pernah dengan kalau Novalgin ampuh untuk menghilangkan nyeri-nyeri dan pusing. Sedangkan Paracetamol ampuh untuk menurunkan suhu badan. Untuk takaran 500 mg pun saya cuma kira-kira saja. Logikanya berat badan saya sekarang berlipat-berlipat menjadi 70 kg (padahal waktu SMA kelas 3 maksimal hanya 55 kg), jadi takarannya pun harus besar. Sebuah ilmu ngawur yang bila dicoba resiko ditanggung sendiri, dan bila sakit berlanjut hubungi dokter terdekat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya sudah saya mau tidur dulu, walaupun sudah pasti tidak bisa tidur. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Padahal sebenarnya hari ini Piala Thomas dan Uber lagi seru. Tapi mau bagaimana lagi, badan memang sudah tidak bisa diajak kompromi. Oh iya hampir lupa, semalam Manchester United juara Premier League lo. Dan juga semalam saya akhirnya mengetahui cara nonton bola gratis lewat internet. Memang gara-gara &lt;i style=""&gt;ASS-&lt;/i&gt;tro hak kita untuk menonton Liga Inggris dengan gratis tinggal kenangan. Tapi jangan kuatir tidak ada kayu rotan pun jadi. Untuk &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cara-caranya semua akan saya uraikan pada postingan berikutnya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-5561364135969003353?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/5561364135969003353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=5561364135969003353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/5561364135969003353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/5561364135969003353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/05/surabaya-oh-surabaya.html' title='Surabaya oh Surabaya'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-6074624062705061128</id><published>2008-05-07T19:32:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T03:48:25.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Red Alert : BBM mau naik lagi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya setelah sekian lama blog ini terupdate juga. Maklum belakangan ini saya sibuk &lt;i style=""&gt;utak-atik &lt;/i&gt;blog saya yang lain (&lt;a href="http://grillicious.blogspot.com/"&gt;grill recipe&lt;/a&gt;). Selama saya &lt;i style=""&gt;utak-atik &lt;/i&gt;blog itu, akhirnya dengan terpaksa blog pribadi saya ini sementara harus rela jadi anak tiri dulu. Tapi ketika kemarin saya lihat berita di TV akhirnya hati ini pun tak kuasa untuk menumpahkan &lt;i style=""&gt;uneg-uneg &lt;/i&gt;yang sudah membuat kepala saya serasa mau pecah (hehehe berlebihan banget ya). Berhubung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu-satunya media yang bisa dan mau menerima tulisan saya hanya blog ini, akhirnya terbitlah posting saya disini (ya jelas mau, wong yang punya saya sendiri).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ya, berita yang sangat menyesakkan itu adalah berita tentang rencana kenaikan harga BBM. Memang harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini sangat tidak bersahabat. Bahkan pada saat tulisan ini dibuat harganya sudah mencapai US$123 per barel. Padahal minyak mentah adalah bahan dasar untuk membuat BBM. Nah kalau harga minyak mentah naik terus, tapi harga BBM tidak ikut naik siapa yang akan menanggung selisih harga tersebut. Siapa lagi kalau bukan negara kita tercinta ini. Tapi berhubung kemampuan negara kita terbatas (kadang saya bingung juga, katanya negara ini kaya sumber daya tapi ko ya masih susah terus), akhirnya memang dengan sangat terpaksa harga BBM harus naik (lagi,lagi dan lagi!).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya sendiri sebenarnya juga tidak setuju dengan rencana kenaikan ini, tapi mau bagaimana lagi. Coba bayangkan, asumsi harga minyak mentah yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biasa diimpor pemerintah di APBN cuma US$95 padahal sekarang harganya sudah lebih dari US$ 120 per barel. Ini berarti pemerintah harus menanggung selisih sebesar US$ 25 per barel (kalau saya tidak salah satu barel itu satu drum/tong). Padahal negara ini setiap harinya harus mengimpor lebih dari 400.000 barel. Jadi selisih yang harus ditanggung pemerintah setiap harinya sebesar (US$25 x 400.000) US$ 10 juta alias Rp 90 milyar. Itu baru satu hari, coba bayangkan berapa jumlah yang harus ditanggung selama satu bulan, satu tahun, dan seterusnya. Dan ingat nilai sebesar itu hanya kerugian yang ditanggung akibat kenaikan harga minyak mentah. Padahal kita semua tahu bensin yang sehari-hari kita gunakan mendapat subsidi dari negara. Harga bensin yang sebenarnya (tanpa subsidi) Rp 7.080 per liter sedangkan solar sebesar Rp 8.458 per liter. Nah beban untuk subsidi BBM ini saja sudah sangat berat apalagi bila ditambah beban kerugian kenaikan harga BBM. Sekedar informasi saja, dengan harga minyak mentah saat ini dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apabila harga BBM dalam negeri tidak naik, maka uang negara yang menguap untuk subsidi BBM, minyak tanah, dsb selama satu tahun adalah sebesar Rp 250 trilliun. Padahal nilai APBN Indonesia setiap tahun hanya 1000 trilliun. Jadi seperempatnya hanya digunakan untuk subsidi BBM.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Negara memang wajib memberikan subsidi bagi rakyatnya. Yang menjadi masalah kemampuan negara kita (poor us) tidak cukup untuk memberi subsidi kepada seluruh rakyat yang kabarnya mencapai lebih dari 200 juta orang ini. Maka satu-satunya jalan adalah dengan memilih proritas siapa yang yang lebih berhak menerima subsidi dari negara. Dari segi prioritas maka yang paling berhak menerima subsidi adalah tentu para penduduk miskin, yang di negara kita tercinta yang &lt;i style=""&gt;gemah ripah loh jinawi &lt;/i&gt;ini mencapai 36,8 juta jiwa (fiuuuh). Persoalan pada subsidi BBM adalah yang menerima tidak hanya penduduk miskin. Orang-orang yang terbilang mampu pun menerima subsidi ini. Karena selama ini konsumsi BBM terbesar adalah untuk keperluan mobil pribadi yang notabene dimiliki orang-orang yang terbilang mampu. Coba bayangkan berapa banyak bensin dan solar yang dihabiskan oleh mobil-mobil pribadi terutama mobil-mobil dengan cc besar (di atas 2000 cc). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pendapat saya setuju apabila pemerintah menaikkan harga BBM bagi pemilik mobil pribadi. Tapi saya kurang setuju apabila harga BBM untuk kendaraan umum juga dinaikkan. Saya lebih setuju apabila pemerintah membedakan harga BBM antara mobil pribadi dengan kendaraan umum. Karena para pemakai kendaraan umum kebanyakan adalah masyarakat menengah ke bawah. Apabila harga BBM kendaraan umum juga ikut naik, maka secara otomatis ongkos juga akan ikut naik. Selain itu dengan hanya menaikkan BBM untuk kendaraan pribadi mungkin akan mmbuat banyak orang beralih menggunakan kendaraan umum. Dengan sendirinya ini juga akan mengurangi jumlah kendaraan dan tentu saja mengurangi jumlah polusi udara. Satu kali mendayung dua pulau terlampaui. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kenaikan harga BBM pasti juga akan memicu inflasi (kenaikan harga barang), untuk itu sebelum menaikkan harga BBM pemerintah juga harus memikirkan dampaknya bagi masyarakat yang tergolong miskin. Harus dibuat suatu skema pengamanan khusus agar daya beli masyarakat miskin tersebut tetap terjaga. Bagaimanapun caranya dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat yang kurang mampu harus ditekan seminimal mungkin. Karena pada hakekatnya kenaikan harga BBM tidak semata-mata menghapus subsidi melainkan mengurangi dan mengalihkannya kepada yang lebih berhak menerima. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yah memang itu semua urusan pemerintah. Memang berat tapi itu sudah konsekuensi yang harus diterima. Bukankah dulu mereka sendiri yang minta untuk dipilih. Tapi tidak ada salahnya juga kalau kita ikut membantu. Paling tidak dalam lingkup diri kita sendiri. Saya sendiri saat ini sudah mengurangi hobby jalan-jalan keliling kota. Karena walaupun sudah tua tapi mobil saya termasuk mobil dengan cc yang besar. Yah siapa tahu dengan ikut berhemat juga &lt;i style=""&gt;kecipratan&lt;/i&gt; pahala hehehe.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-6074624062705061128?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/6074624062705061128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=6074624062705061128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/6074624062705061128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/6074624062705061128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/05/red-alert-bbm-mau-naik-lagi.html' title='Red Alert : BBM mau naik lagi'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-6509195175471397986</id><published>2008-04-15T11:05:00.001-07:00</published><updated>2008-04-15T11:07:02.197-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opinion'/><title type='text'>FITNA the movie</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Belakangan ini dunia heboh dengan beredarnya film &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“fitna”&lt;/span&gt;. Film garapan sutradara asal Belanda &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Geert Wilders&lt;/span&gt; ini dianggap menghina agama Islam. Dalam film ini Geert mengutip ayat-ayat Al Quran dengan sembarangan hingga seolah-olah menggambarkan Islam itu identik dengan kekerasan, teroris, dsb. Tentu saja hampir semua umat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Islam kebakaran jenggot.. Bahkan ada yang sampai ingin membunuh sang sutradara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;orang Islam aku sebenarnya juga pengen kebakaran jenggot, tapi berhubung &lt;i style=""&gt;ga&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;punya jenggot, dongkol &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;aja&lt;/i&gt; sama &lt;i style=""&gt;meneer &lt;/i&gt;satu ini udah cukup memuaskan. &lt;i style=""&gt;Wong &lt;/i&gt;Al Quran aja dia &lt;i style=""&gt;ga ngerti-ngerti amat&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;ko&lt;/i&gt; main asal comot &lt;i style=""&gt;aja&lt;/i&gt;. Tapi sejujurnya aku juga kurang setuju kalau kita menyikapi masalah ini dengan emosi, bahkan dengan kekerasan. Memang benar film ini sudah menghina Islam, tapi kalau kita membalasnya dengan kekerasan, itu sama saja dengan semakin menjustifikasi isi film ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurutku &lt;i style=""&gt;sih&lt;/i&gt;, masih banyak jalan lain yang lebih elok yang bisa diambil untuk menyikapi film ini. Buat orang-orang yang &lt;i style=""&gt;emang &lt;/i&gt;ahli Al Quran kenapa &lt;i style=""&gt;ga&lt;/i&gt; coba &lt;i style=""&gt;tantangin&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;aja&lt;/i&gt; si Geert debat terbuka. Kalau memang isi dari film itu &lt;i style=""&gt;ngaco &lt;/i&gt;pasti ketahuan di diskusi itu. Terus buat sutradara-sutradara yang jago bikin film kenapa &lt;i style=""&gt;ga coba aja&lt;/i&gt; bikin film tandingan. Tapi bukan film yang menghujat agamanya si Geert, tapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;meluruskan apa yang salah dari &lt;i style=""&gt;filmnya &lt;/i&gt;si Geert. Kalau aku &lt;i style=""&gt;sih&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;ga&lt;/i&gt; ahli Al Quran &lt;i style=""&gt;and ga&lt;/i&gt; bisa bikin film, yang bisa aku lakukan cuma berdoa aja semoga si Geert ini dibuka pintu hatinya sama Allah swt, Amin. Mungkin dia bikin film seperti ini karena dia &lt;i style=""&gt;ga tau&lt;/i&gt; seperti apa &lt;i style=""&gt;sih&lt;/i&gt; sebenarnya Islam itu. Kadang kekuatan doa bisa jauh melebihi kekuatan bom paling dahsyat di muka bumi ini. &lt;/span&gt; berhubung &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasanya di dunia ini &lt;i style=""&gt;udah&lt;/i&gt; cukup banyak perang, kekerasan, dsb yang memuakkan. Kalau ada cara yang damai kenapa harus dengan kekerasan. Bukan berarti orang-orang yang menanggapi masalah ini dengan keras itu salah, karena mereka melakukan itu untuk membela agamanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi menurut pendapat pribadiku (sekali lagi ini cuma pendapat pribadi dan tidak ada niatan untuk menyudutkan suatu pihak manapun) sebaiknya kekerasan itu dijadikan jalan yang paling akhir aja. Lembut pun tidak selalu identik dengan lemah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ke Pare-pare beli tempe&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bye-bye dulu ye…..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-6509195175471397986?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/6509195175471397986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=6509195175471397986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/6509195175471397986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/6509195175471397986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/04/belakangan-ini-dunia-heboh-dengan.html' title='FITNA the movie'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6142296909637217509.post-7383143910484487642</id><published>2008-04-15T10:30:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T10:38:45.558-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Efek "ayat-ayat cinta"</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Finally, selesai juga baca novel “ayat-ayat cinta” karya kang Habib. Cuma satu kata yang bisa menggambarkan pendapatku tentang buku ini, &lt;u&gt;FANTASTIC!!!&lt;/u&gt; Dan memang bener ternyata novelnya jauh lebih bagus daripada filmnya. Walaupun novel ini sebagian besar isinya kutipan ayat-ayat Al Quran yang jujur aja sempet bikin aku rada pusing, tapi percaya ga percaya novel ini sedikit banyak sudah mulai merubah hidupku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin sebagian besar orang yang sudah baca atau nonton film ini merasa mendapatkan pelajaran yang berharga mengenai beratnya hidup berpoligami. Tapi bukan itu yang aku rasakan. Sebab dari awal aku memang anti dengan yang namanya poligami. Jujur yang benar-benar bikin aku merinding cuma Fahri. Ups &lt;u&gt;bukan Fahri sebagai seorang cowok&lt;/u&gt;, tapi bagaimana cara dia menjalani hidup. Fahri menjalani hidupnya serba tertata dan teratur. Bahkan dia membuat peta kehidupan hingga beberapa tahun ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama ini hidupku berjalan mengalir saja. Tapi setelah baca novel ini aku merasa hidup mengalir saja ga cukup. Harus tetap ada rambu-rambu/tujuan yang harus dicapai. Bukan berarti selama ini tujuan hidupku ga jelas, tapi aku merasa selama ini tujuan hidupku terlalu abstrak. Yang sekarang aku sadari ternyata tujuan akhir hidup ini seperti sebuah &lt;i style=""&gt;puzzle &lt;/i&gt;yang tersusun atas rangkaian tujuan/tahapan jangka pendek yang harus dicapai dulu satu persatu. Dan bila seluruh rangkaian&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;itu telah didapat maka pasti &lt;i style=""&gt;puzzle &lt;/i&gt;tujuan akhir hidup ini juga akan tersusun dengan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan asumsi masa hidup manusia 60 tahun (Ya Allah semoga saja bisa lebih dari 60 tahun, amin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;). Sekarang secara garis besar aku membagi tujuan hidupku menjadi tiga bagian. 20 tahun pertama untuk mencari ilmu, 20 tahun kedua untuk cari duit dan 20 tahun terakhir untuk menikmati hasil yang sudah aku capai. 20 tahun pertama sudah terlewati, dan sekarang sudah memasuki 20 tahun kedua. Tiga tahun sudah terlewati dan ternyata aku masih belum mampu mencapai tujuan yang kedua. Apa aku menyesal? Tentu. Tapi aku ga boleh larut dalam penyesalan. Hidup terlalu berharga untuk diisi dengan penyesalan. Penyesalan harus menjadi awal dari kebangkitan. Penyesalan harus menjadi pelajaran berharga yang tidak boleh terulang. Apa aku malu? Harus. Apa aku tertekan? Pasti. Kadang untuk mencapai suatu tujuan manusia harus selalu berada dalam tekanan. Masih ada 17 tahun tersisa, dan karena tiga tahun sudah terlewati berarti aku harus berusaha lebih keras dalam menjalani sisa 17 tahun berikutnya. Pertanyaan yang paling penting, apa aku bisa? Pertanyaan ini baru bisa dijawab 17 tahun lagi. Tapi aku percaya bila kita berusaha Allah pasti memberi jalan, Amin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Satu pelajaran lagi yang aku dapat dari Mas Fahri,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ternyata hidup dengan religius sepertinya menyenangkan. Walaupun sejujurnya hal ini &lt;u&gt;amat sangat super&lt;/u&gt; berat untuk kujalani. Tapi ga ada salahnya untuk dicoba. Selama ini paling-paling aku cuma sholat aja (itupun bolong-bolong &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;) and puasa ramadhan. Bahkan bisa dibilang aku termasuk golongan STMJ (Sholat Terus Maksiat Jalan) hehehe. Well, bagaimanapun aku harus berusaha. Karena selain tujuan hidup di dunia, masih ada lagi tujuan hidup di akhirat yang harus dicapai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wah gila, aku ko jadi sentimentil gini ya. Setelah baca lima paragraf di atas aku sendiri heran ko bisa nulis seperti itu. Mungkin gara-gara efek “&lt;u&gt;ayat-ayat cinta&lt;/u&gt;” juga kali ya hehehe. Buat Kang Habib, jangan berhenti menulis. Untuk novel berikutnya pasti &lt;u&gt;aku beli yang asli&lt;/u&gt;, maaf yang “Ayat-ayat cinta” ini aku baca yang bajakannya(file komputer) dari temen hehehehe.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6142296909637217509-7383143910484487642?l=sudut-yoga.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/feeds/7383143910484487642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6142296909637217509&amp;postID=7383143910484487642' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/7383143910484487642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6142296909637217509/posts/default/7383143910484487642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudut-yoga.blogspot.com/2008/04/efek-ayat-ayat-cinta.html' title='Efek &quot;ayat-ayat cinta&quot;'/><author><name>Yoga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04745461166826592167</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
